Teurupun: Nabire Masih Butuh SPBU

JUBI --- Kepala Depot Pertamina Nabire, S. Teurupun mengatakan, saat ini Nabire masih membutuhkan penambahan Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU).
“Untuk mengantisipasi antrean panjang setiap hari di SPBU Oyehe, kita memang butuh beberapa SPBU lagi,” ujarnya pada rapat koordinasi antara DPRD Nabire dengan Pertamina dan mitranya, Kamis (15/7).
“Antrean selalu ada karena di daerah ini kendaraan semakin banyak, makanya kebutuhan bahan bakar juga meningkat tiap hari,” tandas Teurupun.
Ketua Komisi B, Amirulah Hasim menilai, stok bahan bakar cukup untuk sementara ini. Tapi kebutuhannya kian meningkat seiring bertambahnya jumlah kendaraan di Kota Nabire yang merupakan pintu gerbang bagi beberapa kabupaten di kawasan Papua Tengah. “Jadi memang kita perlu tambah lagi satu dua SPBU,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Nabire, Yehuda Gobay minta kepada Pertamina selalu mengawasi pendistribusian bahan bakar terutama preminum. “Karena katanya stok cukup, Pertamina tolong awasi baik,” pinta Yehuda.
Ia meminta pemerintah daerah segera menertibkan pengecer premium. Perlu ada operasi pemeriksanaan ijin usaha. “Yang tidak ada ijinnya, ditutup saja. Kami melihat BBM bersubsidi di Nabire sudah dijadikan lahan bisnis segelintir orang,” ungkapnya sembari mengharapkan pihak SPBU selalu mencatat setiap kendaraan yang masuk mengisi bahan bakar, termasuk standar tankinya, sebab banyak kendaraan yang antri di SPBU karena ada kendaraan yang mengisi bahan bakar lebih dari sekali.
Tentang pembangunan SPBU yang telah dihentikan, kata Yehuda, pihaknya tidak pernah dilibatkan. “Itu diluar koordinasi dengan dewan.” (Markus You)
Komentar